Sabtu, 28 Mei 2011

JAM DIGITAL



INTI RANGKAIAN JAM BERIKUT INI MENGGUNAKAN 1 IC DAN 4-6 SEVEN SEGMEN.
Langsung aja ke skema, IC yang digunakan yaitu AT89S51 dan seven segmen common catoda.



Skema diatas merupakan kontrol dari jam 7 segmen, untuk seven segmennya saya pisah,supaya lebih mudah pemahamannya dan mudah perakitannya.

berikut adalah skema seven segmennya, untuk seven segmen bisa di ganti dengan led yang dirangkai membentuk seven segmen.



SEVEN SEGMEN

Kamis, 19 Agustus 2010

BACKUP TIME



Pada saat UPS mengalami gangguan pada tegangan inputnya, maka UPS harus memperbaiki gangguan tersebut supaya beban yang di suply oleh UPS aman. Pada saat input mengalami gangguan seperti turunnya tegangan input yang sangat ekstrim (di bawah range input dari UPS itu sendiri) atau tegangan input mati, maka Input dari UPS dianggap tidak ada. Maka UPS akan mengambil sumber listrik dari Battery. Nah untuk mengetahui berapa lama (menit) Battery dapat menyuplai arus listrik ke beban yaitu dengan cara teoritis sebagai berikut :

Sebelumnya kita harus mengetahui :
1. Berapa besar daya beban yang terpasang pada UPS,
2. Berapa banyak dna kapasitas Battery yang terpasang pada UPS,
3. Effesiensi Inverter UPS kita (Offline 50 s/d 75%, Online 85 s/d 95%)
4. Perlu diingat, perhitungan ini tidak tepat 100% karena setiap UPS mempunyai effisiensi yang berbeda-beda.
5. Mengetahui data Discharge Battery yang di gunakan


Pertama kita cari Arus battery yang terpakai untuk mensuplai beban:
Arus Battery = (Daya beban / Tegangan nominal battery)/Effisiensi Inverter …(Ampere DC)
(Ibat = (Pbeban/Vnom)/Einv……Ampere DC)

Dimana:
Ibat : Arus Battery (Ampere DC)
Pbeban : Daya beban (VA) rubah ke VA dahulu bila satuan yang tertera pada beban adalah Watt.
Vnom : tegangan Nominal yang di pakai UPS / Inverter
Einv : Effisiensi Inferter (kita pakai 75% untuk Offline dan 85% untuk Online)


Contoh :
Kita menggunakan UPS Offline dengan spesifikasi yang tertera di nameplate UPS sebagai berikut:
Kapasitas 600VA dengan Battery 1 unit POWER PM 12-7.2
Untuk mensuplay beban 1 unit PC (CPU=400Watt + monitor CRT=60Watt), setelah penulis melakukan pengukuran dengan Tang Ampere, ternyata beban hanya menarik daya sebesar 25% (0,68AmpAC)dari kapasitas UPS. Yaitu hanya sekitar 25% X 600VA = 150VA.

Selanjutnya kita cari arus Battery saat Backup, (kita bisa mengukur dengan tang ampere bila ingin perhitungan kita tepat) tetapi kalau hanya ingin memperkirakan berapa lama Battery bisa menyuplai beban kita dapat menghitungnya dengan teoritis :

Ibatt = (Pbeban/Vnom)/Einv…A
Ibatt = (150/12)/75%....A
Ibatt = (12,5)/0.75….A
Ibatt = 16,66 = 16,7Ampere

Selanjutnya kita cari di tabel Discharge Battery sesuai dengan merk Batterynya. Contoh disini yaitu POWER PM 12-7,2, diampere 16,7A Battery tersebut bisa myuplai berapa lama.

Tabel Discharge battery merk POWER




Lama back up battery sesuai tabel Discharege Battery Power PM 12-7,2 di 16,7Ampere yaitu diatas 5 menit dan di bawah 10 menit, tabel menunjukkan besarnya discharge Ampere Battery.

Untuk tabel atau brosur battery power bisa di download di sini

UPS


UPS merupakan Alat yang di gunakan untuk melindungi alat2 listrik (komputerisasi) dari gangguan listrik.
gangguan listrik antara lain :
turun naiknya tegangan listrik, padamnya aliran listrik sampai dengan gangguan petir yang masuk ke transmisi listrik.
Dalam sistem kerjanya UPS dibedakan menjadi 2 macam:
Offline dan Online.

contoh diagram UPS Offline


Keterangan :
INPUT : Tegangan masukan (176 – 275 VAC)
FILTER INPUT : Penyaring tegangan input
STABILIZER : Penstabil tegangan input
CHARGER : Sebagai Charger Battery
BATTERY : Sumber listrik cadangan bila tegangan input bermasalah (tidak ada)
INVERTER : Merubah Tegangan Battery ke tegangan 220 VAC
SWITCH : Sebagai saklar pemilih dari AVR (Input) atau INVERTER (Battery)
FILTER OUTPUT : Sebagai filter tegangan output
UOTPUT RMS : Tegangan output kebeban (square 220 VAC RMS +/-5%)



Contoh Diagram UPS Online


KTERANGAN :
INPUT : Tegangan input (tidak stabil)
FILTER INPUT : Filter tegangan input
PFC (Power Factor Corection) : Merubah tegangan 220 VAC (tidak stabil) ke tegangan 300 VDC (DC BUS 300VDC)
CHARGER : Sebagai pengisi battery
BATTERY : Sebagai sumber listrik cadangan
CONVERTER : Merubah tegangan battery ke tegangan 300 VDC
INVERTER : Merubah tegangan 300 VDC ke 220 VAC
FILTER OUTPUT : Filter tegangan output
OUTPUT 220 VAC : Output tegangan ke beban 220 VAC +/-1% (Sinus)


PERBEDAAN ANTARA UPS OFF LINE DAN ON LINE:

1. UPS OFF line:
- Output selalu ada Break (pemutusan tegangan sesaat) kebeban bila terjadi perpindahan antara PLN ke Battery atau sebaliknya.
- Kebanyakan output pada saat back up (Battery mode) Gelombang Output berbentuk Square (Modification sinus).
- Toleransi tegangan output minimal 5% dari tegangan nominal (209-231VAC)
- Biasanya berkapasitas kecil (250 VA – 3000VA) sehingga tidak selalu terdapat Fan untuk sirkulasi udara
- Inverter bekerja hanya saat Input ada Gangguan.

2. UPS Online :
- Output kebeban tidak ada break pada saat perpindahan dari PLN ke Battery atau sebaliknya.
- Output tegangan selalu berbentuk Sinus pada Saat ada input atau pada saat battery mode.
- Toleransi tegangan Output minimal 1% dari tegangan nominal (218-222VAC).
- Selalu ada Fan untuk sirkulasi udara pada system.
- Inverter Selalu Bekerja mulai UPS dinyalakan baik ada gangguan atau tidak ada ganggguan pada tegangan Input.
- Kapasitas mulai dari 1KVA keatas (ratusan KVA).

Selasa, 29 September 2009

CHARGER BATTERY SLA


charger disini yang di gunakan adalah dengan constant Arus. Atau arus pengisian dibatasi sesuai kapasitas battery.
Untuk charge battery SLA, arus Charger maksimal yang diizinkan yaitu sebesar 25% dari kapasitas Battery. Imax=0.25 X Ca
Dimana:
Imax : Arus maksimum Charger (A)
Ca : Capasitas Battery (Ah)

Bila saat battery kosong charger hanya akan memberikan Arus maksimum yang diijinkan oleh battery.
Missal Battery 12Volt dengan kapasitas 7,2Ah, maka Charger hanya akan memberikan arus maksimum = 0,25 X 7,2 = 1,8 Amp. Dengan tegangan 13,62Vdc.


Grafik karakteristik charge Battery SLA (12V 7,2Ah)
(referensi data book GS Portalac)

1. Grafik Ampere Chargere selama 12 jam pengechargesan dari battery kosong (10,5VDC)
2. Grafik Capasitas Battery setelah pengechargesan selama 12 jam dari battery kosong (10,5VDC)
3. Grafik Voltase Chargere (Battery) selama 12 jam setelah pengechargesan dari battery kosong (10,5VDC)
Contoh Circuit Charger 1,8 Amperes 12 Voltdc :

Kalibrasi:
Masukkan tegangan DC (20-25V) ke DC +25V, dan negatifnya di DC (-). Ukur tegangan di diode zener 5V (D2) dengan Voltmeter DC, harus menunjukkan di 5V. dan di Diode zener 12V (D1) jarum Voltmeter harus menunjukkan di 12VDC. Ukur tegangan pada Output (P1) dengan mengeset R7 sampai didapat tegangan di P1: 13,62VDC. Untuk kalibrasi arusnya, Output pada P1 diberi dummyload 4 Ohm,ukur tegangan dan Arus pada beban Dummyload, seting R11 sampai menunjukkan jarum Amperemeter di 1,8 Amps. Tegangan di P1 harus menunjukkan di bawah 13,62 VDC. Selesai !!!!




kritik dan sarannya silahkan atau caci maki juga ga pa2, silakan commennya di isi ditunggu pokoknya, tapi jngn lupa dikasih alamat emailnya ato blognya ya....?
tx